Rabu, 24 Oktober 2012

Coretan.5. Singkat Cerita,Ceritanya Singkat.


Singkat cerita ada seorang pegawai di kantor "X "yang "Ceritanya Singkat", dalam Ceritanya beliau kemarin malam masih mengabdi ke Negara Ini.Akan tetapi esok sore harinya sudah singkat ceritanya. Iya memang bener Singkat Ceritanya. Masih tersirat dalam cerita singkat  tersebut gambaran kisahnya yang terkadang muncul dalam pikiran ini.Apa boleh di kata memang harus sampai disini ceritanya.Tokoh dalam cerita tentunya hanya bisa menjalani sesuai alur cerita yang ditulis oleh Sang Penulis Cerita Nyata. Apakah akan tertulis dalam cerita pendek atau cerita panjang. Cerita pendek disingkat Cerpen, sedangkan cerita panjang disingkat bukan Cerpan tapi cerita singkat,..hehe...
Ceritanya singkat, si pelaku tidaklah tahu apakah akan disingkat ceritany atau kah sebaliknya. Itu suka suka Sang Penulis Cerita Nyata. Sebagai pemeran tokoh dalam cerita hanya mengoptimalkan dan memaksimalkan peranya dalam suatu cerita singkat . Untuk mengantisipasi jikalau ternyata singkat ceritanya. Jadi ada yang tergores mendalam dalam cerita singkat tersebut, tidak hanya sekedar menjalankan peran saja akan tetapi memerankan dengan sebaik-baiknya peranan. Tidak menjadi pemeran antagonis akan tetapi protagonis.Yang memberi warna sebuah cerita singkat meski bukanlah suatu karya lukisan.
Sebenarnya sih kalo ditinjau dan dikaji ualang memang secara umum Ceritanya Singkat  dan Bersambung di Eposide Selanjutnya yang tiada terputus dan tiada akhir. Dengan kata lain Cetita Yang Sesungguhnya. Sudah jelas tertulis dalam sebuah Buku Certia Nyata dalam Cerita Singkat ini. Yang memiliki Keyakinan yang Hakiki tentunya Membenarkan Isi daripada Buku Cerita Nyata tersebut....karena itu bukanlah sebuah rekayasa apalagi karangan semata. Tapi sekali lagi yaitu Nyata atau Sungguhan. tidak harus dibuktikan saat ini karena Sang Penulis Cerita Nyata memerintahkan kita untuk "Iqro" , berfikir, memilih, memilih antara dua pilihan. Tapi perlu di ingat dalam cerita Singkat juga terdapat pemeran Antagonis yang selalu memperkeruh suasana. Dengan berbagai cara dan Upaya serta dari segala penjuru arah baik samping, depan , belakang, kanan maupun kiri. Orang Pintar yaitu Orang yang bisa memilih yang Benar. Orang Kuat yaitu orang yang tidak terpengaruh dengan keruhnya suasana dan sanggup menahan serta memerangi cara dan upayanya pemeran antagonis dalam segala bentuk dan wujudanya. Janagn sampai tertipu dengan tipu daya nya. Ingat kita punya ilmu.....iya ilmu tentang bagaimana cara memerankan peranan ini dengan sebaik-baiknya. Sudah ada Petunjuk Nya dalam Buku Cerita Nyata itu. Sudah pula ada Contohnya terdahulu yang di Teladankan Oleh Seorang Pemeran TokohYang Luar Biasa Baiknya dalam segala hal dan peranya. Beliau sukses dalam memerankan tokoh tersebut. Tak lupa senantiasa eling dan Waspada. Alur dalam cerita tak selamanya mulus dan lurus...
*


1 komentar:

Dwi Puji Rahayu mengatakan...

Intronya terlalu unik...jempol deh

Posting Komentar

 
;