Pada posisi -Ada- pernah terpikirkan saat fase 1.Tidak ada - doeloe kita itu apa,...mungkin bukan apa apa dan tidak ada apa-apanya. Muncul sebuah pertanyaan : Lalu Untuk apa kita di Ada kan?
Jawabanya ada pada QS :Adz Dzariyat ayat 56.
Keberadaan kita di fase -2. Ada - ini tentunya dan pastinya ada Yang Meng - Ada - kan,....tidak mungkin tidak ada. Yakin pasti ada. Analogi Sederhbana : Sepeda Ontel tidak ada tanpa ada yang menciptakannya. Semoga sepeda ontel itu bermanfaat bagi kehidupan , dan tidak kalah penting tetep mengabdi secara totalitas kepada yang menciptakannya.( Seandainya Sepeda tsb punya Nurani dan Akal Sehat). Berhubung tidak demikian maka tidak usah diteruskan analogi tersebut.
Tujuan pengabdian itu ada satu, yaitu dalam rangka mendapatkan Ridho - Nya. Bukan karena takut seperti hamba sahaya, apalagi karena itung itungan untung - rugi seperti metode bisnis perdagangan/jual beli. Tapi sekali lagi semua itu TOTALITAS hanya karena Mengharapkan Ridho - Nya.
Ya,,,, itu semua setelah kita sadar dan tahu hakikat keber - Ada - an kit a di fase ke 2. Ada, saat ini.
Menjadi bagian dari kehidupan ini ada beberapa action dalam rangka pengabdian tersebut diatas. Tapi ingat dalam beraksi ada batasan-batasan norma yang harus di indahkan. Kontribusi yang kita bicarakan , bukan soal status sosial. Apapun peran kita, sepanjang ada kontribusinya maka akan lebih di utamakan kontribusi dan manfaat yang dirasakan. Bukan untuk menaikan/memperindah dan atau bahkan memperkuat serta mempertinggi status sosial kita, tapi lebih kepada seberapa manfaatkah kontribusi yang telah kita curahkan tanpa embel-embel lainya, kecuali hanya karena mengharap RIDHO - Nya.
Ujian demi ujian , Cobaan demi cobaan kita jalani, lalui, dan hadapi. Asumsikan saja Sang Maha Pencipta Sayang sama kita,..yah memang Yang Maha Pencipta memang Maha Penyayang jadi bukan hanya asumsi tapi sesungguhnya wujud daripada Maha Penyayangnya Sang Pencipta kepada Ciptaan- Nya dengan di kasih Ujian dan cobaan untuk kita. Wujud perhatian singkatnya. Untuk mengetahui tingkat ketaatan kita dan kesabaran kita agar mencapai derajat TAQWA.Kadang terasa berat memang,..dan kadang juga terasa ringan. Tapi yakin saja bro,..semua itu telah diukur sesuaidenan capabilitas/kadar kekuatan dan kemampuan kita sebagai abdi Nya. Maha Tahu sudah tahu kemampuan makhluk ciptaan- Nya.Tapi jujur skali tempo memang benar-benar terasa berat sangat hingga diri ini rapuh menghadapinya,...bener-bener rapuh se rapuh lagu nya Opick 'RAPUH". Mungkin ada makhluk lain yang nyata-nyata menjadi musuh bebuyutan kita selamanya. Siapa dia,,..dia adalah musuh yang nyata bagimu.Simak QS; Fatir;6.
Menurut istlah per- air laut - an "pasang surut" , itulah perwakilan bahasa yang bisa menggambarkan keadaan atau posisi keteguhan jiwa setiap manusia. Istiqomah atau konsisten sebaiknya. Bagaimana seharusnya agar Istiqomah tersebut senantiasa menghiasi hari-hari kita hingga ujungnya nanti. Biarpun badai menghalang, ombak menerpa,durian runtuh, bahkan kerikil menghujam jiwa kita tetap tegar seTEGAR lagunya Rosa. Tegar dan tetep kuat pada keyakinan kita untuk berjalan di jalan yang Benar. Dari segala arah , kanan, kiri, atas bawah serangan datang hadapi saja meski harus babak belur dan jatuh bangun. Inilah hidup bro,...Life Must Go On sampai ujung nya nanti kita kembali pada fase Tidak Ada tetapi ADA untuk yang Sesungguhnya.
Saat ini ketika kita merenung dan memikirkan bagaimana ya sekiranya kita nanti jiwa kita "mutasi" ke Here After, siap tidak siap, suka maupun tidak suka harus mempertanggungjawabkan apa-apa yang telah kita perbuat/kerjakan/amalkan selama jiwa kita masih menyatu dengan raga kita di fase " ada " sekarang ini. Tapi mutlak harus yakin dan diyakini bahwasanya kehidupan setelah ini itu ada. Dilarang berasumsi bahwa setelah ini ya cukup sampai disini, artinya tidak ada kehidupan yang hakiki lagi. Karena dalam QS, add Dhuhaa :4, telah jelas mana yang lebih baik.
Sekian Coretan 1 saya tuangkan dalam media ini. Kritik dan saran terhadap tulsan ini disambut dengan senang hati.
Menjadi bagian dari kehidupan ini ada beberapa action dalam rangka pengabdian tersebut diatas. Tapi ingat dalam beraksi ada batasan-batasan norma yang harus di indahkan. Kontribusi yang kita bicarakan , bukan soal status sosial. Apapun peran kita, sepanjang ada kontribusinya maka akan lebih di utamakan kontribusi dan manfaat yang dirasakan. Bukan untuk menaikan/memperindah dan atau bahkan memperkuat serta mempertinggi status sosial kita, tapi lebih kepada seberapa manfaatkah kontribusi yang telah kita curahkan tanpa embel-embel lainya, kecuali hanya karena mengharap RIDHO - Nya.
Ujian demi ujian , Cobaan demi cobaan kita jalani, lalui, dan hadapi. Asumsikan saja Sang Maha Pencipta Sayang sama kita,..yah memang Yang Maha Pencipta memang Maha Penyayang jadi bukan hanya asumsi tapi sesungguhnya wujud daripada Maha Penyayangnya Sang Pencipta kepada Ciptaan- Nya dengan di kasih Ujian dan cobaan untuk kita. Wujud perhatian singkatnya. Untuk mengetahui tingkat ketaatan kita dan kesabaran kita agar mencapai derajat TAQWA.Kadang terasa berat memang,..dan kadang juga terasa ringan. Tapi yakin saja bro,..semua itu telah diukur sesuaidenan capabilitas/kadar kekuatan dan kemampuan kita sebagai abdi Nya. Maha Tahu sudah tahu kemampuan makhluk ciptaan- Nya.Tapi jujur skali tempo memang benar-benar terasa berat sangat hingga diri ini rapuh menghadapinya,...bener-bener rapuh se rapuh lagu nya Opick 'RAPUH". Mungkin ada makhluk lain yang nyata-nyata menjadi musuh bebuyutan kita selamanya. Siapa dia,,..dia adalah musuh yang nyata bagimu.Simak QS; Fatir;6.
Menurut istlah per- air laut - an "pasang surut" , itulah perwakilan bahasa yang bisa menggambarkan keadaan atau posisi keteguhan jiwa setiap manusia. Istiqomah atau konsisten sebaiknya. Bagaimana seharusnya agar Istiqomah tersebut senantiasa menghiasi hari-hari kita hingga ujungnya nanti. Biarpun badai menghalang, ombak menerpa,durian runtuh, bahkan kerikil menghujam jiwa kita tetap tegar seTEGAR lagunya Rosa. Tegar dan tetep kuat pada keyakinan kita untuk berjalan di jalan yang Benar. Dari segala arah , kanan, kiri, atas bawah serangan datang hadapi saja meski harus babak belur dan jatuh bangun. Inilah hidup bro,...Life Must Go On sampai ujung nya nanti kita kembali pada fase Tidak Ada tetapi ADA untuk yang Sesungguhnya.
Saat ini ketika kita merenung dan memikirkan bagaimana ya sekiranya kita nanti jiwa kita "mutasi" ke Here After, siap tidak siap, suka maupun tidak suka harus mempertanggungjawabkan apa-apa yang telah kita perbuat/kerjakan/amalkan selama jiwa kita masih menyatu dengan raga kita di fase " ada " sekarang ini. Tapi mutlak harus yakin dan diyakini bahwasanya kehidupan setelah ini itu ada. Dilarang berasumsi bahwa setelah ini ya cukup sampai disini, artinya tidak ada kehidupan yang hakiki lagi. Karena dalam QS, add Dhuhaa :4, telah jelas mana yang lebih baik.
Sekian Coretan 1 saya tuangkan dalam media ini. Kritik dan saran terhadap tulsan ini disambut dengan senang hati.


0 komentar:
Posting Komentar